Padastainless steel yang berbentuk kubus atau silinder), pemuaian tidak terlalu jelas terlihat, namun tetap terjadi. Dan itu menjadi masalah ketika ingin mengelas untuk mendapatkan hasil yang presisi. Perlu keahlian yang tinggi untuk mengelas stainless steel, namun jangan pakai MMA. Pakai gas shielding, atau orang bengkel sering bilang, las argon.
Jenis Kawat Las Listrik Dan Fungsinya – Elektroda atau yang biasa disebut dengan kawat las merupakan suatu material yang biasa digunakan untuk melakukan pengelasan listrik dan berfungsi sebagai pembakar yang dapat menimbulkan busur menyala. Material yang satu ini memiliki jenis yang sangat beragam, yang bisa dipilih sesuai dengan bahan yang ingin dilas. Karena menjadi bagian yang memiliki peran penting dalam proses pengelasan, maka Anda harus mengetahui fugsi dari setiap jenis elektroda ini. Elektroda pada umumnya dibagi menjadi dua macam, yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput. Baca juga Cara Membuat Rak Dinding Melayang Elektroda Berselaput Elektroda berselaput yang digunakan pada las busur listrik memiliki perbedaan komposisi selaput ataupun kawat inti. Pelapisan fluksi pada kawat inti bisa dicegah dengan cara destrusi, semprot atau celup. Ukuran Standar Ukuran standar diameter yang dimiliki kawat inti adalah mulai dari 1,5 mm sampai dengan 7 mm. Sedangkan untuk ukuran panjangnya adalah sekitar 350 sampai 450 mm. Beberapa jenis selaput fluksi pada elektroda seperti selulosa, kalsium karbona Ca C03, titanium dioksida rutil, kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silikon, besi mangan dan lain sebagainya yang memiliki persentasi berbeda-beda untuk setiap jenis elektroda. Tebal Tebal yang dimiliki oleh selaput elektroda adalah sekitar 70% sampai dengan 50% dari diameter elektroda yang tergantung dari jenis selaput. Saat melakukan pengelasan, selaput elektroda akan ikut mencair sehingga menghasilkan gas CO2 yang bisa melindungi cairan las, busur listrik, dan sebagian benda kerja terhadap udara luar. Udara luar yang memiliki kandungan O2 dan N bisa mempengaruhi sifat mekanik dari logam las. Cairan selaput yang disebut dengan terak akan mengapung serta membeku melapisi bagian permukaan las yang masih panas. Perlu diketahui bahwa kawat las atau elektroda ini mempunyai kode spesifikasi yang bisa dilihat pada kardus pembungkusnya. Batang las merupakan potongan kawat yang terhubung ke mesin las. Arus akan diumpankan melalui kawat sehingga bisa menyatukan dua keping logam dengan cukup kuat.
Stainlesssteel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk stainless yang biasa di gunakan untuk membuat furniture ialah stainless 201 atau 304. Karena kandungan dan kualitasnya yang bagus, dan cukup untuk menjadi material meja. Perbedaan stainless dan besi
Posted by Amalia Posted in Pengenalan las Argon Posted on Buat kamu yang biasa bekerja di workshop maupun di proyek dengan pekerjaan - pekerjaan pengelasan besi/carbon MS/CS dan stainless steel SS mungkin udah nggak heran dan udah sangat akrab dengan las argon. Tapi mungkin masih ada teman - teman kita yang belum tahu tentang las argon, atau sudah pernah denger tapi ingin tahu lebih jauh, aku mau coba membahasnya. Mungkin kamu biasa pake las karbit, acetilin atau mungkin elektroda stick, mau tahu nggak bedanya dan alasan mengapa digunakannya las argon? Berikut ini adalah beberapa perbedaan dan alasan penggunaan las argon1. Perbedaannya dengan teknik pengelasan lain Sumber api , menggunakan sumber api yang berasal dari listrik yang dihasilkan oleh mesin las berupa travo inverter. Pada pengelasan karbit maka sumber apinya adalah gas yang dihasilkan oleh perendaman karbit, sedangkan pada las acetilin, gas acetilin digunakan sebagai bahan bakar untuk membuat sumber api. Sinar las, welder/operator las pada las argon wajib hukumnya pake kedok/masker safety pada saat melakukan pengelasan, ini disebabkan sinar yang dipantulkan oleh sumber api listrik sangat terang, makanya digunakan masker yang dilengkapi kaca hitam yang dirancang untuk mengurangi silau pada mata, supaya cairan logam bisa terlihat jelas supaya bisa diarahkan. Tanpa menggunakan masker las mustahil mendapatkan hasil pengelasan yang baik sesuai standar, yang ada mata kamu akan menjadi bengkak dan berair, serta terasa pedih. 2. Alasan penggunaan Bersih dibanding pengelasan acetilin, las karbit maupun elektroda, karena gas argon yang digunakan untuk mendukung proses pengelasan hampir nggak ada polusi, hanya mengeluarkan sedikit asap. Sedangkan pada material yang dilas hasil pengelasan pun bersih, karena pengelasan jenis ini tidak menimbulkan percikan logam maupun kerak. Rapih dan teliti, hasil pengelasan sangat mungkin rapi dan teliti, bisa menjangkau posisi sempit tanpa mengorbankan tampilan/perfomace, hasil pengelasan tetap bisa kecil dan lurus, dan bisa digunakan untuk material dengan ketebalan 50mm atau lebih sampai dengan 1mm bahkan yang lebih tipis lagi. Untuk pengelasan stainless steel SS, ini mungkin akan jadi alasan utama, karena las acetilin dan karbit tidak bisa digunakan buat ngelas SS, sedangkan las elektroda/stick masih bisa digunakan hanya untuk material dengan tebal 2mm atau lebih, itupun masih meninggalkan percikan yang kadang susah dibersihkan sehingga tidak disarankan untuk pengelasan pada material yang ada kontak langsung dengan produk farmasi, food & baverage dan kosmetik. Nah, sekarang udah ada gambaran yang lumayan jelas kan, perbedaan las argon dengan yang lain dan juga alasan pemakaian jenis las ini. Oh iya buat kamu yang mau ngasih masukan atau komentar, sok aja gak perlu ragu pumpung gratis, he.. he.. Mudah - mudahan bermanfaat.
67wKyJ. l7kxd6u00g.pages.dev/58l7kxd6u00g.pages.dev/6l7kxd6u00g.pages.dev/399l7kxd6u00g.pages.dev/76l7kxd6u00g.pages.dev/10l7kxd6u00g.pages.dev/162l7kxd6u00g.pages.dev/235l7kxd6u00g.pages.dev/160l7kxd6u00g.pages.dev/13
perbedaan las besi dan stainless