Kejujuransebagai salah satu bukti keterbukaan antara seorang pemimpin dengan anggota dan seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Pemimpin yang terbuka akan lebih di segani oleh rakyatnya karena akan lebih transparan dalam berbagai hal, baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Berbohong APA ITU? Mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada seseorang yang berhak mengetahui kebenarannya. Berbohong bisa berarti memutarbalikkan atau menyembunyikan fakta untuk menipu seseorang, dan melebih-lebihkan cerita agar memberi kesan yang salah. APA KATA ALKITAB ”Orang yang belat-belit memuakkan bagi Yehuwa, tetapi Ia akrab dengan orang-orang yang lurus hati.” Amsal 332 ”Setelah kamu menyingkirkan dusta, katakanlah kebenaran, masing-masing kepada sesamanya.”​—Efesus 425. Memfitnah APA ITU? Menyebarkan informasi yang salah dan buruk yang merusak reputasi seseorang. APA KATA ALKITAB ”Orang yang berakal bulus terus menimbulkan pertengkaran, dan pemfitnah memisahkan orang-orang yang mengenal baik satu sama lain.” Amsal 1628 ”Apabila tidak ada kayu padamlah api, dan apabila tidak ada pemfitnah redalah pertengkaran.”​—Amsal 2620. Mencurangi APA ITU? Membujuk orang untuk menyerahkan uang atau barang berharganya dengan cara menipu. APA KATA ALKITAB ”Jangan berbuat curang terhadap buruh upahan yang berada dalam kesusahan dan yang miskin.” Ulangan 2414, 15 ”Ia yang mencurangi orang kecil mencela Pembuatnya, tetapi orang yang mengasihani orang miskin memuliakan Dia.”​—Amsal 1431. Mencuri APA ITU? Mengambil barang orang lain tanpa izin. APA KATA ALKITAB ”Biarlah orang yang mencuri tidak mencuri lagi, tetapi sebaliknya biarlah ia bekerja keras, melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya, agar ia memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.” Efesus 428 ”Jangan disesatkan. . . . Pencuri, ataupun orang yang tamak, ataupun pemabuk, ataupun pencerca, ataupun pemeras, tidak akan mewarisi kerajaan Allah.”​—1 Korintus 69, 10.

12 Tujuan. Percaya diri sangat penting bagi setiap individu terutama dalam mewujudkan. sesuatu yang sangat diharapakan. Maka dari itu perlu menanamkan motivasi bentuk ini. agar : Mengenali potensi yang dimiliki dan mengembangkannya. Menumbuhkan rasa percaya diri dan menjadikannya sebagai motivasi terbesar.

Banyak penelitian sudah dilakukan untuk mencari tahu bagaimana cara mendeteksi kebohongan lewat gerak-gerik, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Namun, tak satupun bisa jadi indikator mutlak yang menyatakan bahwa seseorang memang benar-benar sedang berbohong. Sejumlah peneliti di Coral Dando di University of Wolverhampton, dilansir dari BBC, berhasil mengidentifikasi serangkaian prinsip percakapan yang mampu meningkatkan peluang Anda mendeteksi kebohongan dengan lebih akurat. Alih-alih fokus pada gerak-gerik dan ekspresi wajah, prinsip ini menitikberatkan pada kosakata dan tata bahasa yang diutarakan lawan bicara Anda. Metode ini melibatkan kita untuk melakukan semacam tes kejujuran kepada lawan bicara, dengan cara mengajukan pertanyaan atau tanggapan yang dapat menyentuh titik lemah seseorang dan bisa membuat kebohongan terungkap. Bagaimana caranya? Sebelum melakukan tes kejujuran, pastikan Anda melakukan pengamatan awal Ingat, kejujuran ditandai dengan karakteristik pribadi yang sinkron satu sama lain. Jadi, selain postur tubuh, perhatikan kesesuaian antara wajah, tubuh, suara, dan gaya bicara. Sebelum memulai, penting untuk memahami bagaimana orang tersebut biasanya bertindak. Jadi, Anda perlu mengetahui seperti apa ekspresi wajah orang tersebut dalam keadaan normal, dan seperti apa ia berbicara dalam percakapan sehari-hari. Meski mungkin untuk mendapat dasar hanya dengan 20-30 detik pengamatan, akan lebih baik lagi jika Anda punya lebih banyak waktu. “Trik terbaiknya adalah memperhatikan lawan bicara Anda untuk sementara waktu, dengan cara membuka obrolan basa-basi atau pertanyaan iseng, untuk melihat bagaimana ciri khas gerak-gerik tubuh dan ekspresi wajah mereka saat sedang berkata jujur,” ujar Mark Bouton, seorang agen FBI senior sekaligus penulis How to Spot Lies Like the FBI, dikutip dari Business Insider. 4 langkah melakukan tes kejujuran 1. Gunakan pertanyaan terbuka Daripada mengajukan pertanyaan yang jawabannya adalah “ya” atau “tidak”, gunakan pertanyaan terbuka yang mengharuskan seseorang untuk menguraikan jawaban dengan panjang lebar. Memancing jawaban yang lebih deskriptif akan memaksa pembohong untuk memperluas kisah mereka sampai akhirnya mereka terperangkap di jaring imajinasi mereka sendiri.
Seseorangyang jujur akan mudah dipercaya oleh orang lain, sehingga akan mudah untuk menjalin kerja sama. Untuk membiasakan diri agar bisa melatih kejujuran adalah percaya terhadap kemampuan akademik yang dimiliki dan berusaha untuk tidak mencontek jawaban kepada teman. Pentingnya Academic Skill dalam Bidang Pendidikan Pengertian Jujur – Jujur secara umum adalah sebuah aspek ciri dan moral manusia yang berbudi luhur dimana seseorang dengan karakter ini kemudian akan memiliki integritas, adil, setia, tulus, dan dapat dipercaya oleh orang lain. Selain itu, ada juga yang mengungkapkan bahwa pengertian jujur ini berkaitan dengan sikap atau perbuatan yang dilakukan sesuai dengan apa yang dikatakan. Dengan kata lain, seseorang kemudian dapat disebut jujur ketika ia mengucapkan sesuatu yang sesuai dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Selain itu, mereka juga bertindak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. Namun dalam membentuk kepribadian yang jujur, seseorang kemudian harus diajarkan mulai dari anak-anak hingga kemudian menjadi suatu kebiasaan. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang jujur, mulai dari pengertiannya hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, simak artikel ini sampai habis, Grameds. Pengertian JujurPengertian Jujur Menurut Para Ahli1. Menurut Mohamad Mustari2. Menurut Dharma Kesuma3. Menurut Nurul Zuriah4. Menurut Wikipedia5. Menurut Thomas JeffersonDalil JujurCiri-Ciri Jujur1. Selalu Jujur Terhadap Diri Sendiri2. Mudah Mengungkapkan Kenyataan3. Selalu Melihat Suatu Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang4. Selalu Berpikir Sebelum Berkata dan BertindakPenerapan Jujur1. Penerapan Jujur di Sekolah2. Penerapan Jujur di Rumah3. Penerapan Jujur di LingkunganManfaat Jujur1. Mudah Mendapatkan Kepercayaan Orang Lain2. Hidup Terasa lebih Damai dan Bahagia3. Lebih Percaya Diri4. Terhindar dari Tuduhan yang MerugikanRekomendasi Buku Terkait Kejujuran yang Wajib Kamu Baca1. Menjadi Bijak & Bijaksana2. Jujur Pangkal Kaya Sekumpulan Kisah Remaja Untuk Pendidikan Anti-Korupsi3. Psikologi Positif Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan4. Good Habits, Bad Habits Cara Membentuk Kebiasaan Baik untuk Menghasilkan Perubahan Positif Jujur adalah salah satu sifat yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat jujur ini sudah tertanam dalam diri seseorang. Namun, alangkah lebih baik jika sikap jujur ini dilatih sejak masih masa kanak-kanak agar terbiasa saat beranjak dewasa. Secara umum, jujur adalah sebuah sifat yang membutuhkan kesesuaian antara perkataan yang diucapkan serta perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Itu artinya, seseorang kemudian dapat dikatakan jujur jika ia mengucapkan sesuatu yang sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi dan disertai dengan tindakan yang seharusnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI jujur adalah lurus hati atau tidak berbohong. Selain itu, menurut KBBI, jujur bisa juga dikatakan sebagai suatu perilaku tidak curang atau mengikuti aturan yang berlaku. Oleh sebab itu, sikap jujur ini selalu identik dengan sikap baik. Pengertian Jujur Menurut Para Ahli Di bawah ini akan dijelaskan beberapa pengertian jujur menurut para ahli, yaitu 1. Menurut Mohamad Mustari Menurut Mohamad Mustari, jujur adalah sebuah perilaku manusia yang didasari kepada usaha untuk kemudian menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, pekerjaan, serta tindakan, baik itu dengan tujuan untuk dirinya maupun kepada pihak lain. 2. Menurut Dharma Kesuma Dharma Kesuma menyatakan bahwa jujur adalah sebuah keputusan yang ada pada seseorang untuk kemudian mengungkapkan perasaannya, kata–kata, serta perbuatannya. Jika kenyataan yang ada benar–benar berlangsung serta tanpa adanya manipulasi dengan cara meniru atau berbohong supaya memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri. 3. Menurut Nurul Zuriah Nurul Zuriah mengungkapkan bahwa jujur adalah suatu nilai serta prinsip yang harus ditanamkan di dalam diri seseorang misalnya mengajarkan kejujuran pada anak sejak ia berada di pendidikan dasar. Misalnya, dalam melakukan koreksi hasil ujian teman secara silang di dalam kelas. 4. Menurut Wikipedia Jujur ini merujuk kepada aspek moral, aspek karakter, serta berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur layaknya kejujuran, integritas, serta keterusterangan dan yang di dalamnya termasuk juga keterusterangan pada perilaku, dengan diikuti tidak adanya kebohongan, perselingkuhan, penipuan, dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, kejujuran juga dapat berarti bisa dipercaya, adil, setia, serta tulus. Kejujuran ini adalah sikap yang dihargai oleh banyak budaya etnis dan juga agama. 5. Menurut Thomas Jefferson Menurut Thomas Jefferson “Kejujuran sebagai bab pertama di dalam buku kebijaksanaan” kutipan ini kemudian digunakan oleh Thomas Jefferson dalam suatu surat yang diberikan kepada Nathaniel Macon. Itulah beberapa pengertian jujur menurut para ahli. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas dalili jujur. Dalil Jujur Jujur sebagai suatu sikap untuk menyatakan yang sebenar-benarnya, serta tak mengucapkan hal-hal yang menyalahi fakta. Makna jujur lebih luas lagi ialah tidak curang, melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku. Seorang muslim dapat salah menyampaikan suatu kenyataan karena ia kurang paham dengan situasi sebenarnya. Namun, karena ia kemudian berniat tulus dan tidak bermaksud membohongi orang lain, maka sikap ini dapat dikategorikan jujur, meskipun yang ia nyatakan bertentangan dengan fakta. Kewajiban berkata jujur ini juga tertera dalam sabda Rasulullah SAW “Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya akan aku menjamin kepada kalian balasan surga jujurlah saat berbicara, penuhilah janji, tunaikanlah jika dipercaya, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah juga pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian,” Ahmad. Nabi Muhammad SAW kemudian menjamin bahwasanya orang yang jujur akan selalu memperoleh kebaikan. Kebaikan yang paling agung dari kejujuran ialah balasan surga dari Allah SWT, sebagaimana sabdanya “Sesungguhnya jujur ini membawa kebaikan dan kebaikan itu akan membawamu ke surga,” Bukhari. Ciri-Ciri Jujur Berikut ini adalah ciri-ciri orang jujur yang perlu kamu ketahui. 1. Selalu Jujur Terhadap Diri Sendiri Seseorang yang memiliki sikap jujur biasanya akan selalu jujur terhadap diri sendirinya terlebih dahulu baru kemudian kepada orang lain. Seseorang yang jujur biasanya akan merasa ada suatu yang janggal ketika bicara berbohong terhadap dirinya sendiri. 2. Mudah Mengungkapkan Kenyataan Seseorang yang jujur akan lebih mudah dalam mengungkapkan kenyataan. Hal ini karena ketika suatu kenyataan terus menerus dipendam akan terasa ada suatu hal yang mengganjal, sehingga aktivitas yang dilakukan menjadi kurang optimal. 3. Selalu Melihat Suatu Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang Seseorang yang jujur ketika ada suatu masalah akan mencoba untuk melihat masalah itu dari berbagai sudut pandang. Oleh sebab itu, terkadang orang yang jujur akan lebih lama dalam menilai suatu masalah. Hal ini ia lakukan agar permasalahan dapat diselesaikan secara objektif. Dengan begitu, tidak ada pihak yang akan dirugikan atau dibohongi. 4. Selalu Berpikir Sebelum Berkata dan Bertindak Orang yang jujur akan selalu berusaha untuk berpikir sebelum berkata dan juga bertindak. Hal ini ia lakukan agar semua perkataan dan juga tindakannya sesuai. Dengan begitu, orang lain akan menjadi lebih percaya. Itulah beberapa ciri-ciri orang jujur, yang perlu kamu ketahui. Apakah ciri-ciri di atas ada di dalam diri kamu? Penerapan Jujur Berikut ini adalah beberapa penerapan jujur dalam kehidupan sehari-hari. 1. Penerapan Jujur di Sekolah Pada dasarnya, ada banyak sekali contoh penerapan jujur di sekolah, antara lain Tidak mencontek saat sedang melakukan ujian. Selalu memberikan alasan yang pasti ketika melakukan suatu kesalahan, seperti terlambat sekolah atau tidak mengerjakan PR. Tidak mengambil barang milik teman. Tidak berkata bohong kepada guru ataupun teman. 2. Penerapan Jujur di Rumah Berikut ini adalah beberapa contoh dari penerapan jujur. Tidak berbohong kepada anggota keluarga terutama orang tua. Selalu memperlihatkan hasil ujian apapun hasilnya. Selalu berani mengakui kesalahan yang telah dilakukan. 3. Penerapan Jujur di Lingkungan Berikut ini adalah beberapa contoh dari penerapan jujur di lingkungan masyarakat. Selalu mengembalikan uang yang kelebihan ketika berbelanja. Berani mengakui kesalahan ketika berbuat salah. Tidak berbohong kepada orang lain. Manfaat Jujur Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jujur merupakan salah satu sifat baik yang perlu dimiliki oleh seseorang. Bahkan, jujur itu sendiri memiliki beberapa manfaat. Berikut ini manfaat yang akan diperoleh ketika kamu berkata dan berperilaku jujur. 1. Mudah Mendapatkan Kepercayaan Orang Lain Manfaat pertama yang akan kamu dapat jika kamu terbiasa berperilaku dan berkata jujur ialah mudah mendapatkan kepercayaan orang lain. Baik buruknya seseorang sendiri dinilai dari seberapa banyak perkataannya yang dapat dipercaya. Dengan semakin sering ia berperilaku serta berkata jujur, maka orang-orang kemudian akan menilainya sebagai orang yang baik serta dapat dipercaya. Di zaman modern seperti sekarang ini, sangat susah menemukan orang yang mau berperilaku serta berkata jujur dalam kondisi apa pun, termasuk dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat menyudutkannya. 2. Hidup Terasa lebih Damai dan Bahagia Selain mudah dalam mendapatkan kepercayaan dari orang lain, dengan terbiasa berperilaku serta berkata jujur kemudian akan membuat hidupmu lebih bahagia serta damai. Dengan tidak adanya yang kamu sembunyikan, maka hidupmu kemudian akan jauh lebih tenang dan damai. Kamu juga akan merasa lebih bahagia karena efek dari energi positif yang kemudian akan kamu dapat saat berkata jujur. 3. Lebih Percaya Diri Seseorang yang terbiasa berperilaku serta berkata jujur, juga akan lebih percaya diri lho dalam menjalani kehidupan. Ia akan terlihat lebih bersemangat serta berani untuk melangkah untuk maju karena ia kemudian mempercayai kemampuan yang ia miliki. Terbiasa berperilaku serta berkata jujur membuat seseorang lebih mempercayai kemampuannya sendiri, sehingga ia kemudian tidak perlu berbohong dalam mendapatkan sesuatu yang kemudian ia inginkan, karena dengan kejujuran yang dimilikinya, ia kemudian percaya bahwa hasilnya tak akan mengecewakan. Dengan semakin sering ia berperilaku serta berkata jujur, maka kepercayaan dirinya juga akan semakin besar. 4. Terhindar dari Tuduhan yang Merugikan Salah satu manfaat besar yang kemudian kamu dapatkan jika terbiasa berperilaku dan berkata jujur, yaitu dapat terhindar dari berbagai tuduhan yang merugikan. Contohnya saja seperti terjadinya perselisihan di tempat kerjamu. Dengan kamu berkata jujur bagaimana kondisi yang sebenarnya tanpa adanya hal-hal yang disembunyikan, maka kamu dapat terhindar dari berbagai tuduhan dari temanmu, yang mungkin memiliki niat untuk menyudutkanmu di hadapan atasanmu. Demikian pembahasan tentang pengertian jujur hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk Grameds. Rekomendasi Buku Terkait Kejujuran yang Wajib Kamu Baca 1. Menjadi Bijak & Bijaksana Hikmah adalah mutiara yang tercecer, serupa butiran pasir di tepian pantai. Namun, sesuatu yang berharga itu acap kali kita abaikan. Andai saja kita mau sejenak membuka telinga, mata, dan hati untuk benar-benar mendengar dan melihat ke sekeliling kita, sungguh akan kita temukan pendaran pelangi hikmah kehidupan yang begitu indah dan mempesona untuk diresapi. Hikmah itu seperti suluh, yang menerangi jiwa-jiwa yang dirundung gelap dan muram. Ia seperti bara, yang mampu menggeliatkan jiwa yang lama padam hingga berdenyut kembali, Disadari atau tidak, jiwa butuh suntikan semangat yang mampu mendorongnya menjadi lebih baik dalam menjalani hidup. Buku Menjadi Bijak dan Bijaksana hadir untuk menjawab kerinduan dari hati-hati yang membutuhkan siraman hikmah. Semoga kisah-kisah kebaikan yang ada di buku ini dapat memberikan pencerahan dan keteladanan. Semoga keberkahan dan limpahan pahala selalu Allah berikan kepada para pemilik dan penebar kisah-kisah teladan yang dimuat di buku ini. Selamat memiliki dan membaca buku ini. 2. Jujur Pangkal Kaya Sekumpulan Kisah Remaja Untuk Pendidikan Anti-Korupsi Buku ini memuat sejumlah cerita pendek tentang para siswa yang berkarakter mulia. setiap cerita bertutur tentang siswa yang memiliki karakter terpuji. ada yang hidup sederhana, lebih suka bersepeda ke sekolah, padahal orangtuanya kaya. ada yang suka bekerja keras, pantang menyerah meraih harapan, meskipun harus menggapai tantangan. ada juga yang bertanggung jawab, mandiri, adil, peduli, dan lain lain. 3. Psikologi Positif Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan Kamu tentu mendambakan kebahagiaan, yang sejatinya merupakan harapan setiap individu. Dan buku ini akan mengajakmu menuju kebahagiaan yang semua orang dambakan. Yakni dengan Psikologi Positif dengan menggunakan pendekatan saintifik, yang diikatkan dengan berbagai ilmu seperti contohnya genetika. Beberapa hal yang akan kamu dapatkan dari buku ini adalah – Bagaimana sains memformulasikan kebahagiaan. Bagaimana mengenal dan mengembangkan kekuatan karakter yang merupakan kunci kebahagiaan – Bagaimana studi di akademi militer West Point telah membantu kita memahami cara-cara mencapai prestasi belajar dan prestasi kerja yang luar biasa. – Bagaimana teknik mindfulness dapat mengatasi stres dengan efektif, mencegah kambuhnya depresi, bahkan memperpanjang telomer dalam kromosom, yang berkorelasi dengan panjangnya usia seseorang. Dengan bahasa yang sederhana, buku ini dapat dijadikan referensi dalam menstimulasi para HR Leader untuk memikirkan langkah-langkah sederhana untuk mengembangkan karyawan menjadi pribadi yang positif. 4. Good Habits, Bad Habits Cara Membentuk Kebiasaan Baik untuk Menghasilkan Perubahan Positif Kita menghabiskan 43% hari kita melakukan tindakan tanpa memikirkannya. Cara kita merespons orang dan membawa diri dalam rapat, apa yang kita beli, serta kapan dan bagaimana kita berolahraga, makan, dan minum—semua itu kita lakukan tanpa sadar sebagai hasil dari kebiasaan. Namun, ketika ingin mengubah diri, kita berharap diri sadar kita, keteguhan dan niat kita, cukup untuk menghasilkan perubahan yang positif. Itulah sebabnya, kita hampir selalu gagal. Lalu bagaimana kalau kita bisa mengasah kekuatan luar biasa pikiran bawah sadar, yang sudah menentukan begitu banyak tindakan kita, agar kita benar-benar mencapai sasaran yang kita tetapkan? Berdasarkan penelitian selama tiga dekade, Wendy Wood menunjukkan—dari segi ilmiah yang menarik—bagaimana kita membentuk kebiasaan dan menawarkan cara memanfaatkan kebaikan itu untuk melakukan perubahan. Good Habits, Bad Habits yang merupakan perpaduan dari ilmu saraf, studi kasus, dan percobaan di laboratoriumnya adalah buku yang menyeluruh, mudah dipahami, dan sangat praktis, yang akan mengubah cara pikir kamu tentang hampir segala aspek kehidupan. Kekuatan tekad saja tidaklah cukup bila kamu ingin mencapai kehidupan yang kamu impikan. Buku ini menawarkan harapan nyata bagi kamu yang ingin melakukan perubahan positif. Jika ingin mencari buku tentang psikologi, maka kamu bisa mendapatkannya di Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Sofyan Sumber Dari berbagai sumber BACA JUGA Memahami Contoh Perilaku Jujur dan Manfaatnya 5 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Memiliki Sifat Jujur Perilaku Jujur dalam Islam Pengertian, Dalil, Macam Sifat, dan Hikmah Pengertian Integritas Ciri-Ciri, Manfaat, dan Urgensinya Apa Itu Integritas? Ini Penjelasan Lengkapnya ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Danpenanaman sikap jujur salah satu karakter yang wajib ditanamkan pada anak usia dini Jujur sendiri memiliki arti sebagai perilaku yang akan membuat orang percaya terhadap kita, percaya dengan tindakan maupun ucapan. Penanaman sikap jujur pada anak sendiri bukanlah hal yang mudah, orangtua harus lebih hati-hati dalam memberikan contoh.
Cet article fait partie des archives en ligne du HuffPost Québec, qui a fermé ses portes en 2021. Faire des blagues déplacées dans une rencontre formelle. Parler de son embonpoint à quelqu'un pour qui c'est un sujet sensible. Plonger son doigt dans un gâteau d'anniversaire avant qu'il ne soit coupé. Prendre un selfie du bord d'une falaise pour épater ses copains. On a tous fait des erreurs de jugement, des comportements sociaux inappropriés faux-pas, incivilités, gaffes, colères ou des comportements impulsifs dépenses, prises de risque, consommation, paris. Ces comportements sont des petites défaillances de l'intelligence émotionnelle, des pertes d'inhibitions sociales ou affectives. Ils peuvent bien sûr nuire à leur auteur en démontrant une perte de contrôle passagère, mais le plus souvent ils affectent aussi les autres. Les comportements désinhibés sont souvent des écarts par rapport à une norme sociale. Certains concernent le respect des autres comme les incivilités, l'excès de franchise ou le manque de tact Tu as pris du poids?. D'autres concernent la bonne conduite générale comme la provocation, la fronde Uriner dans l'allée d'un avion ou l'impulsion colérique T'as vu ce connard! Parfois, les écarts sont en rapport avec une norme individuelle ou rationnelle comme les gens qui, sur un coup de tête, prennent des risques majeurs qu'ils n'auraient jamais pris avant finances, santé, sécurité, font des excès qu'ils regrettent consommation, drogues, plaisirs ou prennent des décisions trop hâtives qui manquent de délibération ou de erreurs de jugement sont des défaillances du contrôle émotionnel. Les freins sociaux, les normes, les repères éthiques et les valeurs sont associés à des petits signaux émotifs des microémotions qui nous font anticiper les conséquences possibles de nos actes comme l'approbation ou la réprobation de notre entourage, l'atteinte à notre amour-propre ou à celui des autres ou les impacts sur notre compte en banque. Ces microémotions sont des intuitions qui nous servent de gouvernail personnel, social ou moral. Des guides sur les coûts et bénéfices potentiels d'une action. Si on est peu sensible à ces petites intuitions, elles ne peuvent plus nous retenir ni nous orienter adéquatement. Si le signal émotif de l'empathie fait défaut, on peut oublier qu'une parole pourrait être blessante avant de la dire. Si on ne ressent pas le regret après une décision impulsive on a plus de chances de répéter une erreur. Risquer sa santé, sa fortune ou sa réputation? Où est le problème? Ce n'est pas que les gaffeurs ne comprennent pas les enjeux même si parfois c'est le cas mais plutôt qu'ils ne les ressentent pas ou qu'ils n'en tiennent pas compte dans le feu de l'action. Si en plus, ces petites intuitions sont submergées par des émotions plus fortes comme l'envie de se venger, de reprendre du pouvoir ou d'être reconnu, il sera plus difficile de résister aux impulsions comme dire une bêtise pour provoquer ou une méchanceté pour montrer son sens de la répartie. Plusieurs circonstances peuvent favoriser le manque de jugement. On dit souvent que le jugement et les inhibitions sont solubles dans l'alcool. On parle trop fort, on en dit trop, on en fait trop. L'euphorie peut aussi favoriser ces comportements, car les inhibitions c'est bon mais c'est fatigant et ce n'est pas drôle. Cependant, certaines personnes n'ont pas besoin d'alcool ou d'euphorie. Certains ont des envies irrésistibles de dire ou faire tout ce qui leur passe par la tête sans filtre. Comme un enfant surexcité qui n'a plus de freins, certains adultes peuvent provoquer ou se donner en spectacle parce que ça fait du bien ou ça fait de l'effet, mais surtout parce qu'ils n'ont pas le choix, ils n'ont pas de freins assez forts ou assez rapides pour se retenir. On voit plus souvent ces comportements désinhibés chez les personnes qui ont des traits impulsifs ou provocateurs, mais aussi dans les troubles psychologiques comme l'anxiété ou la dépression. Chez les personnes ayant des traits antisociaux, le manque de jugement moral peut causer des dommages importants quand elles trichent, mentent, volent, agressent ou détruisent. On voit aussi des comportements désinhibés chez les personnes qui ont subi des dommages au cerveau maladie d'Alzheimer, démence frontotemporale, traumatisme cérébral.... Tels Dr. Jekyll et Mr. Hyde, certaines personnes peuvent changer complètement de personnalité et passer de personnes courtoises et attentionnées à des êtres insupportables en quelques minutes. Les erreurs de jugement sont aussi favorisées par notre environnement social. Si leur entourage banalise les jugements personnels sur les réseaux sociaux 'parce que c'est juste pour rire', certaines personnes peuvent franchir la frontière entre la blague et l'intimidation. Quand on valorise à l'extrême la séduction et les liens personnels dans la compétition pour les contrats d'affaires, certains peuvent glisser vers des erreurs de jugement moral, dont la fraude et les pots de vin. Parfois, avec la pression sociale, la ligne entre le bien et mal devient floue, le manque de respect peut être toléré et le mal peut devenir banal. Finalement, on n'est pas si différent des impulsifs et des gaffeurs sociaux. Notre civisme et notre personnalité ne tiennent qu'à un fil. Le réaliser peut nous aider à tolérer et pardonner un peu plus les écarts de conduite des autres. Le ridicule ne tue pas et les gaffes nous rendent plus humains. On peut aussi prendre conscience de l'importance d'être vigilants sur le respect et le civisme. On peut entrainer nos enfants et nos proches à tourner leur langue 7 fois avant de dire ou de faire quelque chose qui a un impact négatif. Imaginez une société dans laquelle une forte proportion des personnes influentes chefs d'entreprise, politiciens, journalistes... ont des manques de jugement fréquents et importants. On a tous intérêt à tempérer nos excès en se rappelant régulièrement les bienfaits du contrat implicite qui nous lie les uns aux autres et du mieux vivre ensemble».VOIR AUSSI SUR LE HUFFPOSTNos 12 impolitesses quotidiennesYou May Like Cet article fait partie des archives en ligne du HuffPost Canada, qui ont fermé en 2021. Si vous avez des questions ou des préoccupations, veuillez consulter notre FAQ ou contacter support Haltersebut akan membangun rasa percaya diri dan keterampilan hidup. 6. Merasa tidak takut untuk berkata jujur . Mampu berkata jujur dalam berbagai situasi adalah modal dasar seorang anak tumbuh dan berkembang dengan moral yang mengagumkan. Itu adalah nilai integritas awal yang bisa dibentuk oleh orangtua, bagaimana?
Kejujuranبالغة الإندونيسيةDisusun OlehMahmud Muhammad al-KhazandarPenerjemah Team IndonesiaMurajaah Eko Haryanto Abu Ziyadالصدقإعدادمحمود محمد الخزندارترجمةالفريق الإندونيسيمراجعةإيكو هارينتو أبوزيدMaktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwahالمكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض1429 – 2008Kejujuranعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ"Kamu harus selalu jujur, maka sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan…"Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan batin. Maka orang yang jujur bersama Allah I dan bersama manusia adalah yang sesuai lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan sebagai kebalikan orang yang jujur, firman Allah Iلِّيَجْزِيَ اللهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَSupaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik... QS. Al-Ahzab24Dan jujur adalah konsekuensi terhadap janji seperti firman Allah Iمِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَاعَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِDi antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; QS. Al-Ahzab23Dan kejujuran itu sendiri dengan berbagai pengertiannya membutuhkan keikhlasan kepada Allah I dan mengamalkan perjanjian yang diletakkan oleh Allah I di pundak setiap muslim, firman Allah Iوَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا . لِّيَسْئَلَ الصَّادِقِينَ عَن صِدْقِهِمْDan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka…QS. Al-Ahzab7-8Maka apabila orang-orang yang benar jujur akan ditanya, maka bagaimana pertanyaan dan hisab bagi orang-orang yang berdusta dan munafik?Jujur termasuk akhlak utama yang terbagi menjadi beberapa bagian. Al-Harits al-Muhasibi rahimahullah berkata 'Ketahuilah -semoga Allah I memberi rahmat kepadamu- sesungguhnya jujur dan ikhlas adalah pondasi segala sesuatu. Maka dari sifat jujur, tercabang beberapa sifat, seperti sabar, qana'ah, zuhud, dan ridha. Dan dari sifat ikhlas tercabanglah beberapa sifat, seperti yakin, khauf takut, mahabbah cinta, ijlal membesarkan, haya` malu, dan ta'dzim pengagungan. Jujur terdiri dari tiga bagian yang tidak sempurna kecuali dengannya 1 Kejujuran hati dengan iman secara benar, 2 Niat yang benar dalam perbuatan, 3 Kata-kata yang benar dalam ucapan.[1]Dan tatkala kejujuran mempunyai ikatan kuat dengan iman, maka Rasulullah ﷺ‬ memaafkan memakluminya terjadinya sifat yang tidak terpuji dari seorang mukmin, namun beliau menolak bahwa seorang mukmin terjerumus dalam kebohongan, karena sangat jauhnya hal itu dari seorang mukmin. Para sahabat pernah bertanyaيَارَسُوْلَ اللهِ, أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ جَبَّانًا؟ قَالَ نَعَمْ. فَقِيْلَ لَهُ أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ بَخِيْلاً؟ قَالَ نَعَمْ. قِيْلَ لَهُ أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا؟ قَالَ لاَ."Ya Rasulullah, apakah orang beriman ada yang penakut? Beliau menjawab,'Ya.' Maka ada yang bertanya kepada beliau, 'Apakah orang beriman ada yang bakhil pelit, kikir.' Beliau menjawab, 'Ya.' Ada lagi yang bertanya, 'Apakah ada orang beriman yang pendusta?' Beliau menjawab, 'Tidak.'[2]Dasar pada lisan adalah memelihara dan menjaga, karena ketergelincirannya sangat banyak dan kejahatannya tak terhingga. Maka waspada darinya dan berhati-hati dalam menggunakannya adalah lebih taqwa dan lebih wara`. Maka apabila engkau menemukan seseorang yang tidak perduli terhadap omongannya dan banyak bicara, maka ketahuilah sesungguhnya ia berada di atas bahaya besar. Rasulullah ﷺ‬ bersabdaكَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ"Cukuplah seseorang dipandang berdusta bahwa ia membicarakan semua yang didengarnya."[3]Karena banyak bicara merupakan tempat terjerumus dalam kebohongan dengan menceritakan sesuatu yang tidak pernah terjadi, saat ia tidak mendapatkan pembicaraan, atau dengan mengutip berita seseorang yang pendusta –sedangkan dia mengetahui-, maka ia termasuk salah seorang akhlak yang baik, bisa diusahakan dengan membiasakannya dan bersungguh-sungguh menekuninya, serta berusaha mengamalkannya, sehingga pelakunya mencapai kedudukan yang tinggi, naik dari tingkatan pertama kepada yang lebih tinggi darinya dengan akhlaknya yang baik. Karena itulah, Rasulullah ﷺ‬ bersabdaعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ. وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا"Kamu harus selalu bersifat jujur, maka sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan membawa ke surga. Dan senantiasa seseorang bersifat jujur dan menjaqa kejujuran, sehingga ia ditulis di sisi Allah I sebagai orang yang jujur."Demikian pula perkara pembohong yang terjatuh, sehingga ia dipatri dengan kebohongan.وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ, وَمَايَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا"Jauhilah kebohongan, maka sesungguhnya kebohongan membawa kepada kefasikan, dan sesungguhnya kefasikan membawa ke neraka. Senantiasa seseorang berbohong, dan mencari-cari kebohongan, sehingga ia ditulis di sisi Allah I sebagai pembohong."[4]Di antara pengaruh kejujuran adalah teguhnya pendirian, kuatnya hati, dan jelasnya persoalan, yang memberikan ketenangan kepada pendengar. Dan di antara tanda dusta adalah ragu-ragu, gagap, bingung, dan bertentangan, yang membuat pendengar merasa ragu dan tidak tenang. Dan karena itulahفَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَالْكَذِبَ رِيْبَةٌ"Maka sesungguhnya jujur adalah ketenangan dan bohong adalah keraguan."[5] Sebagaimana disebutkan dalam jujur adalah kebaikan –sekalipun yang berbicara menduga terjadi keburukan, firman Allah Iفَلَوْ صَدَقُوا اللهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْTetapi jikalau mereka benar imannya tehadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. QS. Muhammad 21Dan dalam cerita taubatnya Ka'ab bin Malik t, Ka'ab t berkata kepada Rasulullah ﷺ‬ setelah turunnya ayat yang menjelaskan bahwa Allah I menerima taubat tiga orang yang ketinggalan dalam perang Tabuk 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah I menyelamatkan aku dengan kejujuran, dan sesungguhnya termasuk taubatku bahwa aku tidak akan berbicara kecuali yang benar selama hidupku." Dan ia berkata pula 'Maka demi Allah I, Allah I tidak pernah memberikan nikmat kepadaku selamanya, setelah memberikan petunjuk Islam kepadaku, yang lebih besar dalam diriku daripada kejujuranku kepada Rasulullah ﷺ‬, bahwa aku tidak berbohong kepadanya ﷺ‬, lalu kalau aku berbohong aku menjadi binasa sebagaimana binasanya orang-orang yang berdusta…'[6]Ibnu al-Jauzi rahimahullah meriwayatkan dalam manaqib riwayat hidup Imam Ahmad, sesungguhnya dikatakan kepadanya 'Bagaimana engkau bisa selamat dari pedang khalifah al-Mu'tashim dan cambuk khalifah al-Qatsiq? Maka ia menjawab, 'Jikalau kebenaran diletakkan di atas luka, niscaya luka itu menjadi sembuh.'[7] Dan pada hari kiamat, dikatakan kepada manusiaهَذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْIni adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. …". QS. Al-Maidah 119Kejujuran membawa pelakunya bersikap berani, karena ia kokoh tidak lentur, dan karena ia berpegang teguh tidak ragu-ragu. Karena itu disebutkan dalam salah satu definisi jujur adalah berkata benar di tempat yang membinasakan.[8] Dan al-Junaidi rahimahullah mengungkapkan hal itu dengan ucapannya Hakekat jujur adalah bahwa engkau jujur di tempat yang tidak bisa menyelamatkan engkau darinya kecuali bohong.'[9]Berapa banyak orang yang suka membual menjadi celaka dalam membuat-buat pembicaraan untuk menarik perhatian, dan dalam membuat cerita untuk membuat orang-orang tertawa. Lalu mereka kembali dengan perasaan senang dan ia kembali dengan dosa berbohong. Maka ia menjadi binasa, sebagaimana disebutkan dalam haditsوَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِاْلحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ, فَيَكْذِب, وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ."Celaka bagi orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa, lalu ia berbohong, celakalah baginya, celakalah baginya."[10]Sesungguhnya dusta yang paling berat dan paling besar dosanya adalah berbohong kepada Allah I dan Rasul-Nya, ia menyandarkan kepada agama Allah I yang bukan darinya, dan mengaku dalam syari'at yang dia tidak mengetahui, membuat nash-nash yang tidak ada dasarnya –ia melakukan hal itu karena menghendaki kebaikan atau keburukan-, hal itu merupakan dusta yang sangat jahat terhadap agama Allah كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ, فَمَنْ كَذبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ"Sesungguhnya berdusta terhadapku bukan seperti berdusta terhadap orang lain, maka barangsiapa yang berdusta secara sengaja terhadapku, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka."[11]Karena alasan itulah, sebagian sahabat merasa khawatir meriwayatkan hadits Rasulullah ﷺ‬ terlalu banyak, karena takut terjatuh dalam kesalahan yang tidak disengaja, berarti mereka menyandarkan kepada Rasulullah ﷺ‬ yang tidak pernah beliau katakan. Dan termasuk hal itu adalah Anas bin Malik t ketika ia berkata 'Sesungguhnya menghalangi aku meriwayatkan hadits terlalu banyak, sesungguhnya Nabi ﷺ‬ bersabdaمَنْ تَعَمَّدَ عَلَىَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ"Barangsiapa yang sengaja berbohong kepadaku, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka.'[12]Dan termasuk perkara yang menunjukkan tambahan kehati-hatian mereka dalam mengutip hadits Rasulullah ﷺ‬ bahwa mereka tidak menambah dan tidak mengurangi. Pendirian itulah yang diriwayatkan oleh Muslim, ketika Busyair al-'Adawi meriwayatkan hadits di hadapan Ibnu Abbas t, dan Ibnu Abbas t tidak memperdulikannya, tidak memperhatikannya dan tidak memandang kepadanya. Maka Busyair berkata, 'Wahai Ibnu Abbas, kenapa engkau tidak mendengarkan pembicaraanku, aku menceritakan kepada engkau tentang Rasulullah ﷺ‬ dan engkau tidak mendengarkan? Ibnu Abbas t berkata, 'Sesungguhnya kami, apabila mendengar seseorang berkata, 'Rasulullah ﷺ‬ bersabda,' pandangan kami langsung serius dan kami memperhatikannya dengan pendengarannya. Maka tatkala manusia menaiki kesusahan dan kemudahan menganggap enteng persoalan hadits, wallau a'lam, kami tidak mengambil dari manusia kecuali yang kami kenal."[13] Maksudnya, tatkala manusia berbicara dalam perkara-perkara yang susah dan mudah, tidak perduli, dan tidak berhati-hati dari terjatuh dalam kesalahan, kami menjadi berhati-hati mengambil ilmu dari manapun berhati-hati orang-orang yang terburu-buru dalam berfatwa tanpa ilmu dari berbohong terhadap agama Allah I. Hendaklah merasa takut orang-orang yang menyebarkan hadits-hadits munkar dan maudhu' dari keikutsertaan berbohong terhadap Rasulullah ﷺ‬. Sungguh ucapan seseorang aku tidak tahu –sekalipun berat terhadap nafsunya- lebih mudah baginya daripada berbohong kepada Rasulullah ﷺ‬.Dan supaya semua hidupmu menjadi benar, dihasyar digiring pada hari kiamat bersama orang-orang jujur, maka jadikanlah tempat masukmu benar dan tempat keluarmu benar, jadikanlah lisanmu lisan yang benar. Semoga Allah I memberikan rizqi kepadamu langkah yang benar dan tempat yang benar. Maka jujur adalah ketegasan dan keterusterangan dan berpaling darinya adalah penyimpangan, dan keadaan orang yang beriman adalah jujur, danإِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لا َيُؤْمِنُونَ بِئَايَاتِ اللهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَSesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. QS. An-Nahl 105Kesimpulan1. Sekurang-kurang benar adalah benar lisan, dan yang lebih umum darinya adalah benar bersama Allah I secara lahir Tidak ada kejujuran kecuali dengan Kejujuran terkait dengan Orang yang membicarakan segala yang didengar terkadang jauh dari Jujur bisa diperoleh dengan Di antara pengaruh jujur adalah ketenangan dan teguhnya Jujur adalah keselamatan, sekalipun yang berbicara menduga adanya Orang yang jujur adalah berani dan orang yang bohong Bohong terbesar adalah bohong terhadap Allah I dan Rasul-Nya ﷺ‬.10. Para sahabat sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits, karena khawatir terjatuh dalam kebohongan.

QSAn-Nisa (4) 148 ; berbunyi : " ketahuilah Allah tidak mennyukai Ucapan Buruk ( yang diucapkan ) dengan terang , kecuali oleh orang yang dianiaya, Allah Maha Mendengar lagi maha mengetahui ".. A. PEMAHAMAN MENGENAI MASA REMAJA PADA ANAK Masa remaja meruapakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ketahap berikutnya dan Mengalami perubahan baik emosi, tubuh

Kepercayaan konsumen atau customer trust adalah keyakinan, kepercayaan dan pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen tentang suatu objek atau produk terkait berbagai atribut dan manfaatnya. Atribut adalah karakteristik atau fitur yang mungkin dimiliki atau tidak dimiliki oleh oleh objek. Sedangkan manfaat adalah hasil positif yang diberikan kepada merupakan pemikiran deskriptif yang dianut seseorang tentang suatu hal. Kepercayaan muncul dari persepsi yang berulang, dan adanya pembelajaran dan pengalaman. Kepercayaan merupakan variabel kunci dalam pengembangan keinginan yang kuat untuk mempertahankan sebuah hubungan jangka panjang. Untuk dapat mempertahankan loyalitas pelanggan perusahaan tidak hanya mengandalkan pada kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan, tetapi lebih dari itu bahwa kepercayaan merupakan perantara kunci dalam membangun keberhasilan pertukaran hubungan untuk membangun loyalitas pelanggan yang definisi dan pengertian customer trust atau kepercayaan konsumen dari beberapa sumber buku Menurut Sumarwan 2011, kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen menyangkut kepercayaan suatu produk memiliki berbagai atribut, dan manfaat dari berbagai atribut tersebut. Menurut Mowen dan Minor 2012, kepercayaan konsumen adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang objek, atribut dan manfaatnya. Objek dapat berupa produk, orang, perusahaan dan segala sesuatu dimana seseorang memiliki kepercayaan dan Priansa 2017, kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Menurut Maharani 2010, kepercayaan adalah keyakinan satu pihak pada reliabilitas, durabilitas, dan integritas pihak lain dalam relationship dan keyakinan bahwa tindakannya merupakan kepentingan yang paling baik dan akan menghasilkan hasil positif bagi pihak yang dipercaya. Menurut Jasfar 2009, kepercayaan adalah perekat yang memungkinkan perusahaan untuk mempercayai orang lain dalam mengorganisir dan menggunakan sumber daya secara efektif dalam menciptakan nilai Kepercayaan Konsumen Kepercayaan dibangun antara pihak-pihak yang belum saling mengenal baik dalam interaksi maupun proses transaksi. Kepercayaan merupakan suatu fondasi bisnis. Suatu transaksi bisnis antara dua pihak atau lebih akan terjadi apabila masing-masing saling mempercayai. Kepercayaan ini tidak begitu saja dapat diakui oleh pihak lain, melainkan harus dibangun mulai dari awal berjalannya bisnis dan dapat McKnight 2002, aspek-aspek atau karakteristik kepercayaan konsumen adalah sebagai berikuta. Trusting belief Trusting belief adalah sejauh mana seseorang percaya dan merasa yakin terhadap orang lain dalam suatu situasi. Terdapat tiga elemen yang membangun trusting belief yaitu Benevolence niat baik, yaitu kesediaan penjual untuk melayani kepentingan konsumen. Integrity integritas, yaitu seberapa besar keyakinan seseorang terhadap kejujuran penjual untuk menjaga dan memenuhi kesepakatan yang telah dibuat pada Kompetensi, yaitu kemampuan penjual untuk memenuhi kebutuhan Trusting Intention Trusting Intention adalah suatu hal yang disengaja dimana seseorang siap bergantung pada orang lain dalam suatu situasi. Ada dua elemen yang membangun Trusting intention yaitu Willingness to Depend, adalah kesediaan konsumen untuk bergantung pada penjual berupa penerimaan risiko atau konsekuensi negatif yang mungkin terjadi. Subjective Probability of Depending, adalah kesediaan konsumen secara subjektif berupa pemberian informasi pribadi kepada penjual, melakukan transaksi serta bersedia untuk mengikuti saran atau permintaan dari Kepercayaan Konsumen Konsumen memiliki kepercayaan terhadap atribut suatu produk yang mana atribut tersebut merupakan image yang melekat dalam produk tersebut. Menurut Mowen dan Minor 2012, kepercayaan konsumen terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikuta. Kepercayaan atribut produk Pengetahuan tentang sebuah objek memiliki sebuah atribut khusus yang disebut kepercayaan atribut objek. Kepercayaan atribut-objek menghubungkan sebuah atribut dengan objek, seperti seseorang, barang atau jasa. Melalui kepercayaan atribut objek, konsumen menyatakan apa yang diketahui tentang sesuatu dalam hal variasi Kepercayaan manfaat atribut Seseorang mencari produk dan jasa yang akan menyelesaikan masalah-masalah dan memenuhi kebutuhannya dengan kata lain memiliki atribut yang akan memberikan manfaat yang dapat dikenal. Hubungan antara atribut dan manfaat ini menggambarkan jenis kepercayaan kedua. Kepercayaan atribut manfaat merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh sebuah atribut tertentu menghasilkan, atau memberikan¸ manfaat Kepercayaan manfaat objek Jenis kepercayaan ketiga dibentuk dengan menghubungkan objek dan manfaatnya. Kepercayaan manfaat objek merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh produk, orang atau jasa tertentu yang akan memberikan manfaat menurut Ferrinadewi 2005, kepercayaan konsumen terhadap suatu merek atau brand terdiri dari dua jenis, yaitua. Brand Reliability Kepercayaan yang bersumber dari keyakinan konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhi nilai yang dijanjikan. Dengan kata lain, konsumen yakin bahwa merek yang bersangkutan mampu memenuhi dan memberikan kepuasan bagi Brand Intention Kepercayaan yang didasarkan pada keyakinan konsumen bahwa brand tersebut mampu mempertahankan kepentingan konsumen ketika masalah dalam konsumsi produk muncul secara tidak Kepercayaan Konsumen Menurut Maharani 2010, terdapat beberapa indikator kepercayaan konsumen pada suatu produk, jasa atau brand tertentu, yaitu Keandalan. Keandalan merupakan konsisten dari serangkaian pengukuran. Keandalan dimaksudkan untuk mengukur kekonsistenan perusahaan dalam melakukan usahanya dari dulu sampai Bagaimana perusahaan/pemasar menawarkan produk barang atau jasa yang sesuai dengan informasi yang diberikan perusahaan/pemasar kepada konsumennya. Kepedulian. Perusahaan/pemasar yang selalu melayani dengan baik konsumennya, selalu menerima keluhan-keluhan yang dikeluhkan konsumennya serta selalu menjadikan konsumen sebagai prioritas. Kredibilitas. Kualitas atau kekuatan yang ada pada perusahaan/pemasar untuk meningkatkan kepercayaan Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Menurut Priansa 2017, terdapat beberapa hal yang perlu dibangun sebagai dasar atau strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, antara lain yaitu sebagai berikut Menjaga Hubungan. Konsumen yang percaya akan senantiasa menjaga hubungan yang baik antara dirinya dengan perusahaan karena ia menyadari bahwa hubungan yang baik akan memberikan dampak yang menguntungkan bagi dirinya. Menerima Pengaruh. Konsumen yang memiliki kepercayaan yang tinggi akan mudah dipengaruhi sehingga biaya perusahaan/pemasaran untuk program pemasaran menjadi semakin dalam Komunikasi. Konsumen yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap perusahaan akan memberikan informasi yang konstruktif bagi perusahaan sehingga arus informasi menjadi tidak tersendat. Mengurangi Pengawasan. Konsumen yang percaya biasanya jarang mengkritik sehingga ia mengurangi fungsi pengawasannya terhadap perusahaan/pemasar. Kesabaran. Konsumen yang percaya akan memiliki kesabaran yang berlebih dibandingkan dengan konsumen biasa. Memberikan Pembelaan. Konsumen yang percaya akan memberikan pembelaan kepada perusahaan/pemasar ketika produk yang dikonsumsinya dikritik oleh kompetitor atau pengguna lainnya. Memberi Informasi yang Positif. Konsumen yang percaya akan selalu memberikan informasi yang positif dan membangun bagi perusahaan. Menerima Risiko. Konsumen yang percaya akan menerima risiko apapun ketika ia memutuskan untuk menggunakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Kenyamanan. Konsumen yang percaya akan melakukan pembelian secara berulang-ulang karena ia percaya bahwa perusahaan/pemasar memberikannya kenyamanan untuk mengonsumsi produk dalam jangka pendek maupun panjang. Kepuasan. Konsumen yang percaya akan mudah untuk diberikan kepuasan dibanding konsumen yang tidak yang Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap suatu produk, jasa maupun perusahaan, yaitu Pengalaman. Pengalaman adalah relevan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan, mengenai bisnis dan prestasi perusahaan dalam bidang perekonomian dan lain sebagainya. Pengalaman yang banyak dan menarik dalam bisnis, akan membuat perusahaan lebih memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan. Kualitas Kerja. Kualitas kerja adalah proses dan hasil kerja perusahaan yang dapat dinilai oleh sebagai pelanggan atau masyarakat. Kualitas kerja yang tidak terbatas akan menghasilkan kepercayaan yang berkualitas. Kecerdasan. Kemampuan perusahaan dalam mengelola masalah yang terjadi dalam perusahaan. Kecerdasan juga dapat membangun kepercayaan, karena kredibilitas yang tinggi tanpa didasari oleh kecerdasan dalam menarik pelanggan tidak mampu meningkatkan kepercayaan PustakaSumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor Ghalia John C dan Minor, Micheal. 2012. Perilaku Konsumen. Jakarta Donni Juni. 2017. Komunikasi Pemasaran Terpadu. Bandung Pustaka Astri Dhiah. 2010. Analisis Pengaruh Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Nasabah Tabungan Bank Mega Semarang. Semarang Universitas Farida. 2009. Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu. Jakarta Ghalia D. Harrison, dkk. 2002. Developing and Validating Trust Measures for e-Commerce An Integrative Typology. Information Systems Research Journal. Ferrinadewi. 2005. Pengaruh Tipe Keterlibatan Konsumen Terhadap Kepercayaan Merek dan Dampaknya pada Keputusan Pembelian. Jurnal Ekonomi,
Daridata penelitian, ditemukan banyak faktor yang menjadikan kendala seseorang enggan untuk menjadi penyeru kebaikan. Antara lain, kurang percaya diri, kemudian disusul tidak adanya skill. Kalau kita runut, keduanya mempunyai korelasi yang sangat erat. Sebenarnya akar masalah orang yang tidak percaya diri terletak pada skill (keterampilan Kejujuran Adalah Asas Keselamatan Akan seperti apa jadinya masyarakat jika setiap orang bersikap jujur secara sempurna? Pasal-Pasal Kepercayaan ke-13 menyatakan, “Kami percaya bahwa kami harus jujur.” Kitab Mormon memberi tahu kita tentang sekelompok orang yang “dibedakan karena kegiatan mereka terhadap Allah dan juga terhadap manusia, karena mereka sangat jujur dan benar dalam segala hal dan iman mereka teguh kepada Kristus, bahkan sampai akhir” Alma 2727. Karena kejujuran mereka, orang-orang ini diperhatikan oleh sesama mereka dan oleh Allah. Adalah penting untuk belajar apa kejujuran itu, bagaimana kita tergoda untuk menjadi tidak jujur, dan bagaimana kita dapat mengatasi godaan ini. Kejujuran mutlak adalah penting bagi keselamatan kita. Presiden Brigham Young berkata “Jika kita menerima keselamatan menurut syarat yang ditawarkan kepada kita, kita harus jujur dalam setiap pikiran, dalam renungan kita, dalam pertimbangan kita, dalam lingkungan pergaulan kita, dalam urusan kita, dalam pernyataan kita, dan dalam setiap tindakan kehidupan kita” Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Brigham Young [1997], 340. Allah jujur dan adil dalam segala hal lihat Alma 720. Kita juga harus jujur dalam segala hal untuk menjadi seperti Dia. Saudara laki-laki Yared bersaksi, “Ya Tuhan, aku tahu bahwa Engkau … adalah Allah kebenaran, dan tidak dapat berdusta” Eter 312. Sebaliknya, iblis adalah pendusta. Bahkan, dia adalah bapa kedustaan lihat 2 Nefi 99. “Mereka yang memilih untuk menipu dan berdusta serta memperdaya dan berbohong menjadi budaknya” Mark E. Petersen, dalam Conference Report, Oktober 1971, 65; atau Ensign, Desember 1971, 73. Orang yang jujur mengasihi kebenaran dan keadilan. Mereka jujur dalam perkataan dan tindakan mereka. Mereka tidak berdusta, mencuri, ataupun menipu. Berdusta Adalah Tidak Jujur Berdusta adalah dengan sengaja menipu orang lain. Bersaksi dusta adalah satu bentuk kedustaan. Tuhan memberikan perintah ini kepada anak-anak Israel “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu” Keluaran 2016. Yesus juga mengajarkan ini ketika Dia berada di bumi lihat Matius 1918. Ada banyak bentuk kedustaan lainnya. Ketika kita membicarakan ketidakbenaran, kita bersalah atas kedustaan. Kita juga dapat secara sengaja menipu orang lain dengan suatu gerakan atau pandangan, dengan berdiam diri, atau dengan hanya mengatakan sebagian saja dari kebenaran. Kapan pun kita menuntun orang-orang dengan cara apa pun untuk memercayai sesuatu yang tidak benar, kita tidak jujur. Tuhan tidak senang dengan ketidakjujuran semacam itu, dan kita harus bertanggung jawab atas kedustaan kita. Setan akan membuat kita percaya bahwa tidaklah apa-apa untuk berdusta. Dia mengatakan, “Ya, berdustalah sedikit, … tiada salahnya melakukan ini” 2 Nefi 288. Setan mendorong kita untuk membenarkan dusta kita kepada diri kita sendiri. Orang yang jujur akan mengenali godaan Setan dan akan mengatakan kebenaran seutuhnya, bahkan seandainya itu tampak tidak menguntungkan mereka. Mencuri Adalah Tidak Jujur Yesus mengajarkan, “Jangan mencuri” Matius 1918. Mencuri adalah mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Ketika kita mengambil apa yang menjadi milik orang lain atau milik toko atau masyarakat tanpa izin, kita mencuri. Mengambil barang dagangan atau persediaan dari majikan adalah mencuri. Menyalin musik, film, gambar, atau teks tertulis tanpa izin dari pemilik hak cipta adalah tidak jujur dan merupakan bentuk pencurian. Menerima lebih banyak uang kembalian atau barang daripada yang seharusnya adalah tidak jujur. Mengambil lebih banyak apa pun daripada bagian kita adalah mencuri. Menipu Adalah Tidak Jujur Kita menipu sewaktu kita memberikan kurang daripada utang kita, atau sewaktu kita menerima sesuatu yang tidak sepatutnya kita peroleh. Sejumlah pegawai menipu majikan mereka dengan bekerja secara tidak penuh waktu; namun mereka menerima gaji penuh. Sejumlah majikan tidak adil kepada pegawainya; mereka membayar mereka kurang dari yang seharusnya mereka peroleh. Setan berkata, “Ambillah kesempatan dari seseorang karena perkataannya, galilah lubang bagi sesamamu” 2 Nefi 288. Mengambil keuntungan yang tidak adil merupakan bentuk ketidakjujuran. Menyediakan jasa atau dagangan yang kurang mutunya adalah menipu. Kita Seharusnya Tidak Berdalih atas Ketidakjujuran Kita Apa yang terjadi terhadap kita secara rohani ketika kita berdalih atas ketidakjujuran kita? Orang menggunakan banyak dalih untuk menjadi tidak jujur. Orang berdusta untuk melindungi diri mereka dan agar orang lain berpikiran baik terhadap mereka. Beberapa orang berdalih terhadap diri mereka untuk mencuri, mengira mereka pantas menerima apa yang mereka ambil, berniat untuk mengembalikannya, atau lebih membutuhkannya daripada si pemilik barang tersebut. Beberapa orang menipu untuk mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah atau karena “setiap orang melakukannya” atau untuk membalas. Dalih-dalih ini dan banyak lagi lainnya dikemukakan sebagai alasan untuk ketidakjujuran. Bagi Tuhan, tidak ada alasan yang dapat diterima. Ketika kita berdalih terhadap diri kita, kita menipu diri sendiri dan Roh Allah berhenti bersama kita. Kita menjadi semakin tidak saleh. Kita Dapat Menjadi Jujur Sepenuhnya Apa artinya menjadi jujur sepenuhnya? Untuk menjadi jujur sepenuhnya, kita harus menelaah kehidupan kita secara cermat. Jika ada cara-cara yang melaluinya kita bahkan sedikit saja menjadi tidak jujur, kita hendaknya segera bertobat darinya. Ketika kita menjadi jujur sepenuhnya, kita tidak dapat menjadi cemar. Kita akan benar dalam setiap kepercayaan, tugas, kesepakatan, atau perjanjian, bahkan jika itu berarti harus kita bayar dengan uang, teman atau kehidupan kita. Dengan begitu kita dapat menghadapi Tuhan, diri sendiri, dan orang lain tanpa rasa malu. Presiden Joseph F. Smith menasihati, “Biarlah kehidupan setiap orang menjadi sedemikian rupa sehingga wataknya akan dapat menanggung pemeriksaan yang paling teliti, dan agar itu boleh dilihat ibarat sebuah kitab yang terbuka, sehingga kita tidak memiliki apa pun yang akan membuat kita ciut hati atau malu” Gospel Doctrine, edisi ke-5 [1939], 252. Dalam cara-cara apa kejujuran atau ketidakjujuran kita memengaruhi bagaimana perasaan kita mengenai diri kita sendiri? Tulisan Suci Tambahan A&P 5017 berbicara hanya dengan roh kebenaran A&P 76103–6 tempat tujuan para pendusta A&P 4227 perintah untuk tidak membicarakan yang buruk tentang sesama Keluaran 2015–16 perintah untuk tidak mencuri dan tidak bersaksi dusta A&P 4220, 84–85; 596 dilarang untuk mencuri A&P 32 Allah jujur A&P 1025–28 Setan menipu ebwg5F.
  • l7kxd6u00g.pages.dev/207
  • l7kxd6u00g.pages.dev/252
  • l7kxd6u00g.pages.dev/15
  • l7kxd6u00g.pages.dev/296
  • l7kxd6u00g.pages.dev/91
  • l7kxd6u00g.pages.dev/188
  • l7kxd6u00g.pages.dev/308
  • l7kxd6u00g.pages.dev/100
  • l7kxd6u00g.pages.dev/51
  • kurang percaya terhadap kejujuran seseorang